Desa Muncan dan Potensinya
Hai, selamat datang! ini adalah tulisan pertama saya. Tulisan ini saya buat setelah menjalankan kegiatan KKN selama hampir dua bulan di salah satu desa di pulau Lombok.
Inilah Desa Muncan...
Selamat Membaca!
Desa Muncan merupakan salah satu desa di
Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa
Muncan termasuk desa yang cukup tua. Keberadaannya sendiri sudah ada sejak
kerajaan Bali berkuasa di Lombok. Desa Muncan memiliki luas wilayah 474 Ha.
Berjarak sekitar 4 KM dari Kopang. Curah hujan di Desa Muncan adalah 8,82 mm,
dengan kelembapan sebesar 15,00. Desa Muncan memiliki suhu rata-rata harian
sebesar 27,00 C dan berada di ketinggian 1.073,00 mdpl.
Penduduk Desa Muncan menggantungkan
hidupnya pada bidang furniture, pertanian, peternakan dan ada sedikit
diantaranya budidaya perikanan. Bidang furniture menghasilkan kerajinan mebel,
diantaranya lemari, dipan kasur dll. Bidang pertanian menghasilkan bebrapa
makanan, seperti minyak kuda dan kripik kuda. Bidang pertanian masyarakat
diproleh dari hasil panen jagung dan padi. Sedangkan untuk bidang budidaya
perikanan ini sendiri musiman (Setiap musim hujan), yang di peroleh dari hasil
embung yang ada di Desa Muncan.
Desa Muncan memiliki tanah yang subur
serta keindahan alam berupa hamparan persawahan yang mengelilingi desa. Selain
itu terdapat embung yang sangat luas di sebelah kanan dan kiri jalan desa yang
menjadi daya tarik wisata dikarenakan pemandangannya yang indah. Sehingga ini
menjadi potensi utama desa. Potensi lainnya dari desa Muncan ialah Masjid
Sumbek yang dapat dijadikan potensi wisata religi. Kemudian terdapat kolam
renang yang berada di Taman Desa Muncan yang menjadi obyek wisata unggulan Desa
Muncan.
Salah satu keunggulan di Desa Muncan
adalah di bidang furniture, sehingga banyak tempat produksi mebel yang bisa
dijumpai di desa ini. Usaha di bidang furniture menjadi salah satu mata
pencaharian utama warga di beberapa dusun yang ada di desa Muncan. Sehingga
jika keunggulan ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih baik, maka desa Muncan
mungkin akan menjadi “Jepara”nya Lombok. Kemudian keunggulan di bidang
furniture ini bisa dikembangkan menjadi salah satu potensi atraksi wisata
edukasi kerajinan mebel yang dimana wisatawan bisa belajar tentang pembuatan kerajinan
furniture.
1. Masjid Kuno Sumbek
![]() |
| Masjid Kuno Sumbek © Lombok Post |
Masjid Kuno Sumbek didirikan pada tahun
1792 silam oleh TGH Abdul Ghafur. Pemerintah pun menetapkan masjid itu sebagai
masjid kuno yang memiliki nilai sejarah masa lalu. Hanya saja, tidak dibarengi
dengan penetapan sebagai benda cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992. Hal itu
yang membuat banyaknya perubahan di masjid tersebut.
Kendati demikian, masjid yang satu itu
masuk dalam catatan obyek wisata religi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Loteng, bersama masjid Gunung Pujut dan masjid Rambitan. Sehingga, tidak sedikit pengunjung berdatangan
ke masjid kuno Sumbek. mulai dari warga Gumi Tatas Tuhu Trasna (Loteng) hingga
ke mancanegara.
Beberapa tahun lalu, masjid yang satu ini utuh dengan bangunan masa lalunya, seperti layaknya masjid kuno Gunung Pujut Desa Sengkol dan masjid kuno Rambitan, Desa Rambitan, Loteng. Namun, seiring perkembangan waktu, masjid ini pun diremajakan. Khususnya, pada bagian atap
![]() |
| Pemandangan embung dengan view Rinjani © Lalu Dicky/Instagram:@laludiicky |
. Embung Muncan mengapit jalan masuk
desa Muncan. Posisinya yang berada tepat di depan gapura awal masuk desa
Muncan, menjadikannya seolah seperti penyambut kedatangan yang cantik sebelum
memasuki desa muncan. Pemandangannya yang indah sangat memanjakan mata, ditambah
dengan view Gunung Rinjani, menambah eloknya pemandangan embung Muncan ini.
Beberapa waktu lalu, embung Muncan
merupakan salah satu destinasi yang banyak dikunjungi. Pengunjung bisa menyewa
perahu dengan tarif Rp.5.000 untuk menjelajah area tengah embung. Selain itu,
pengunjung juga dapat berfoto di sebuah spot foto rumah kecil tanpa atap.
Namun kini, beberapa fasilitas yang
ditawarkan tersebut sedang dalam masa peremajaan dikarenakan beberapa fasilitas
seperti spot foto sempat mengalami kerusakan.
Embung Muncan ini juga menjadi spot pemancingan. Pemancing yang ingin memancing dikenakan tarif sekitar Rp.100.000. Menjadi pemasukan tambahan bagi dusun Muncan 4 selaku pengelola embung yang dijadikan spot pemancingan
![]() |
| Spot foto © Lalu Radit/Travelingyuk |
![]() |
| Suasana di Embung Muncan © Lalu Radit/Travelingyuk |
3. Taman Desa
![]() |
| Taman Desa Muncan |
Terdapat juga Taman Desa yang berada di dusun Muncan 5, taman ini dikelilingi sawah sehingga suasana di taman desa masih sangat asri. Taman desa ini memiliki kolam renang yang dibuka untuk umum. Pihak Taman Desa menarik tarif Rp.2000 untuk masuk ke kolam renang. Taman Desa juga memiliki semacam gazebo yang bisa digunakan untuk pertemuan-pertemuan.
Fasilitas lain di taman ini adalah lapangan voli yang bisa digunakan oleh siapa saja, bayangkan berolahraga dengan dikelilingi persawahan dan suasana lingkungan yang asri, sangat nyaman bukan?. Di sekitar taman desa ini juga terdapat trek sepeda yang cukup panjang, trek sepeda yang dikelilingi area persawahan menjadi salah satu daya tarik untuk sekedar bersepeda di sore hari sambil menikmati pemandangan.
![]() |
| Lapangan voli di taman desa |
![]() |
| Trek sepeda di sekitar taman desa |
4.
Industri
mebel
![]() |
| Usaha mebel/furniture |
Industri mebel adalah salah satu
unggulan di desa Muncan. Mengingat banyaknya warga yang berprofesi sebagai
pengrajin mebel. Bahkan di beberapa dusun, kerajinan mebel atau furniture menjadi
sumber mata pencaharian utama mayoritas warganya. Tak ayal, Gudang-gudang atau workshop
sebagai tempat memproduksi bahkan memajang hasil karya pengrajin untuk
diperjual belikan, banyak dijumpai di desa ini.
Keunggulan di bidang furniture ini jika
dikelola dan dikembangkan dengan baik dan serius, bisa menjadikan Muncan
sebagai salah satu sentra penghasil furniture terbaik di NTB. Apalagi jika
pemerintah turut andil dalam memberdayakan masyarakat yang terjun langsung di industri
mebel ini. Seperti, mengadakan pelatihan atau workshop bagi pengrajin-pengrajin
mebel. Mengembangkan skill para pengrajin terkait bisnis, marketing dan promosi,
mungkin juga bisa menjadi perhatian pemerintah mengingat besarnya potensi yang
dimiliki desa Muncan dalam bidang furniture ini. Untuk saat ini saja, bidang
furniture menjadi salah satu bidang yang membuka lapangan pekerjaan yang luas dan
sebagai salah satu penggerak roda ekonomi di desa Muncan.


.jpeg)










Komentar
Posting Komentar